Jumat, 27 Juli 2012

#1 #365harimenulis sedikit ambisius, namun suka-suka

Jakarta ~

Apalagi yang bisa dicari di Jakarta? kota yang macet, bubaran pekerja kantoran yang ruwet, polusi udara - suara - mata dimana-mana. Pedagang maupun saudagar berjejalan dikota ini, dari yang sebatas trotoar jalan sampai dengan partai besar selayaknya di mall-mall besar menambah ruwet ibukota ini.

Apa yang bisa didapat di Jakarta? yah, mungkin hanya beberapa hiburan-hiburan malam sendu yang ada dibeberapa ruas jalan kota. Seperti yg saya lihat malam ini, pengamen berkedok ondel-ondel, atau debus berkedok cari sumbangan.

Tapi bukan itu yang mau saya ceritakan untuk tulisan kali ini~

Hari ini saya mulai mencoba untuk menjalani sebuah project, sedikit mengejar target sih keliatannya. Sebuah project untuk mulai mencoba lagi menulis setelah sekian lama semua hal itu hanyalah ada di pemikiran-pemikiran saya saja. Yaaa~ sebuah project 365 hari menulis.. Project ini memang dikhususkan untuk melatih saya belajar lagi menulis sebuah tulisan berupa apa saja, tanpa tema dan sebagainya.

Semoga project ini dapat bermanfaat untuk saya sebagai pribadi yang memang jarang sekali menumpahkan semua kedalam sebuah tulisan, saya lebih cenderung untuk menuangkan ide menggunakan media musik dan nada untuk penjabarannya. Mungkin hal ini juga dapat memberi saya pencerahan untuk lebih berarti dalam menjalani kehidupan di Jakarta yang sudah  dijabarkan menurut saya diatas tadi, atau mungkin juga dapat membawa saya keluar dari kota ini mencoba hal-hal baru lagi selagi saya masih kuat untuk berjalan dan berekspresi.

Sekian,
mari kita mulai project suka-suka yang mungkin menyenangkan ini..


ps:
saya juga memulai project ini bersama partner saya lho, Rani B Estiningtyas. Semoga kami berdua dapat mencapai target 365 tulisan yang berakhir (mungkin lanjut) pada 27 Juli 2013.

mari semangat, gemarlah membaca, keep sporty dan jauhi narkoba : D


Jakarta, 21:35 , 270712 - Taman Ismail Marzuki - Kedutaan Kecil Bali

Kamis, 26 Juli 2012

karya yang sudah termakan jaman

hmm.. beberapa hari yang lalu saya menemukan sebuah file yang lama sekali tidak pernah saya lihat, bahkan untuk klik open pun saya tidak pernah merasa pernah. Sebuah file data movie yang pernah saya buat sewaktu menempuh kuliah berjurusan FISIP di Surabaya. Mungkin karena memang sudah sekitar 5-6 tahun yang lalu saya memilikinya, dan sejak saat itu hanya tersimpan dalam folder film karya saja. Sekilas file ini seperti tidak mempunyai arti, bahkan namanya saja hanya tertulis AVSEQ03.DAT

File data tersebut adalah film yang konon berjudul Late Too Say Sorry karya saya dan beberapa teman-teman kuliah saya dulu kala. Sebuah film yang menceritakan seorang anak yang merasa sangat-sangat bersalah kepada bapaknya, yang ternyata meninggal akibat kesalahan sang anak tersebut. yaaa.. film ini memang hanya sebuah film underrated (sangat) yang dibuat dengan modal seadanya, alat seadanya, dan aktor pun seadaanya. Tetapi setelah saya membuka lagi dan melihat lagi film ini, saya seakan teringat, bagaimana dulu keakraban teman-teman saya sewaktu proses produksi ini dari pra-prod-post production.

Satu lagi hal yang menarik (menurut saya) dari film ini adalah, dimana terdapat 2 buah lagu yang dulu pernah saya dan teman-teman saya buat. Kenapa menjadi menarik? yaa, hal itu mungkin bisa menjadi biasa apabila file master rekaman nya masih ada. Tetapi untuk perihal 2 lagu ini, master rekamannya memang sudah benar-benar hilang, MUSNAH!! lebih tepatnya, bersama beberapa harddisk saya beberapa tahun silam.

yah mungkin yang membaca blog ini tidak seberapa suka dengan lagunya, bahkan mungkin sama sekali ngga mau mendengar lagunya. Tapi bagi kami anak kinetik UPN Surabaya angkatan 2004 - 2006 pasti bernostalgia dengan lagu ini.

silahkan didengar bila anda ingin..






suddenly i miss my band..





Call Me Nancy is a bound of emotions, laughter, hubbubs, and dreams of each member. We came on a surface in the middle of 2004 and our aim was for making a “bloody box” to keep away all of our stories, fancies, and dreams. There once a time we had a situation in which a vacuum exists on 2006 and on 2007 we had our comeback by trying to set down our path within Surabaya music’s progress.

Finally, after Call Me Nancy had through some several troubles and boundaries, we have found our best fitter formation. It is what we called a bunch product of Call Me Nancy’s thoughts from our every points of view and inventions. But still, each one has a similarities in vision, mission and in how we make the music itself.

However, we’ll always trying to make some good music to make the universe more colorful by our way and by the supports from friends, best friends, girlfriends, and boyfriends….our local community mates, and you and you, you, you…

Any person who doesn’t love us may need some psychological evaluations..

Let us keep the world brighter and dare to make more differences by making worth to listened music!!!

LULL - death (i) Questions For The Millions







( reblogging tulisan dari blog lama saya )



Akhirnya penantian itu pun selesai juga ~
Setelah cukup lama menunggu (hampir 5 tahun) setelah releasenya Body and Soul album, Lull merelease lagi album terbarunya Lull - Death (i). Cukup berbeda musik yang ditawarkan Lull di album ini, mungkin dikarenakan adanya pergantian personil baru yaitu Aldi Kresna yang menggantikan posisi vokal dari founder J.Vanco yang sebelumnya adalah vokalis utama band ini. Christian P Nainggolan masih setia untuk tetap di posisi bassist utama. Desas desus nya pemakaian huruf (i) di belakang Death juga sebagai gimmick untuk release kedua yang sebentar lagi akan menyusul Death (i).

Secara keseluruhan album Death (i) ini cukup memuaskan, noise yang oke, kegilaan yang tidak diragukan, apalagi ditambah pembagian suara vokal dari 3 personelnya. Contoh saja lagu Death Machine, yang mengingatkan saya akan lagu - lagu dari Nine Inch Nails, dan FILTER. Hentakan drum yang mengagetkan di bagian Reffrainnya sangatlah bisa membuat kita berheadbang ria di sebuah gigs.

Million Souls yang musiknya di aransemen oleh Wahyu Sudiro ini juga bisa mengakibatkan gejala - gejala stroke ringan apabila didengarkan sekali dua kali. Herr Wulf’s yang menjadi track favorit saya juga tidak kalah mengharukannya, dengan intro yang dari awal sudah dapat digambarkan bahwa ini adalah lagu penghancuran di album ini dengan lirik yang mungkin agak menyinggung secara radikal. 

Meskipun agak berbeda dengan album - album sebelumnya, tetapi mungkin ini adalah pendewasaan musik rock alternative ala LULL.

Lull are J.Vanco, Aldi Kresna Pagaruyung, Christian P Nainggolan
discography : Death (i)

“I’m Hitler to your Jews” - Lull, Herr Wulf’s

Minggu, 22 Juli 2012

Race To The Forest







Race To The Forest

by Cloudless Blue Sky - @agnesbinti @devinasofiyanti @branandiwmadyak


tunnel of trees, whispering softly / you’re not here
drop of waters / fall on top of our hats

we’re where we belong / where we belong

come out, race me / a race to the forest
a race to the forest / a race to the forest
a race to the forest / race to the forest


mencoba menyumbang lagu untuk @Postkartraveler Project by @NoviKresna